Father - Daughter Conversation

Duri-Pku Trip, on August 2013

Hari cukup berasap hari itu. Memang tak asing lagi untuk daerah Duri dilanda asap. Asap yang disebabkan karena pembakaran hutan yang sudah saya rasakan sejak masih duduk di bangku SD. Sudah lebih dari seminggu saya di Duri, menghabiskan liburan saya yang terlalu lama di tempat kakak saya. Papi datang menjemput untuk kembali ke rumah, ke Rumbai. Pagi itu, perjalanan kami dimulai. Just the two of us.

Perjalanan berdua terakhir yang saya ingat, im crying for all this trip. Setahun yang lalu, saya memiliki masalah personal dan hari itu mencoba menutupi dari papi. Namun pagi itu, i feel really fine. Not gloomy at all. Namun cukup sedih karena  leaving my sister and my niece also nephew.

10 menit pertama kami masih berdiam, papi mengatakan niatnya untuk berhenti makan siang di salah satu sudut perjalanan. Lalu menit kemudianpapi mulai memilih topik pembicaraan. Pembicaraan yang tak kukira akan papi bincangkan denganku. Well, last time he asked i was heartbroken, back home a year ago. And there it is, he asking me about my future, my plan, my college and so on. Perbincangan kami tak lama, mungkin Cuma 20 menit saja. Lalu di akhir pembicaraan papi menyenggol topik itu. Marriage. Apa rencana yang sudah saya siapkan tentang itu, when will i get married. Saya mengatakan apa adanya. Apa yang saya inginkan, apa yang saya rencanakan dan sebagaimana siap saya mengenai topik itu. And then he said “Papi gak maksa uji buat cepat-cepat nikah. Yang namanya jodoh  ga bisa kita atur kapan datangnya. Selesaikan rencana-rencana uji, kuliah, rencana kerja, akan ada waktunya sendiri untuk menikah, kita tidak bisa prediksikan. Yang penting uji susun rencana untuk masa depan, biar ada tujuannya”.  I hold my tears, memang topik ini selalu saya hindari. Even if my mom asked me. Namun perkataan papi  benar-benar bikin saya tenang, to know that he’s supporting me no matter what. I really want to hold him, saying thank you but instead i just said “iya pi”. Well, i glad i had this conversation with my dad. Knowing he support me whatever decision i made. Cant asking more. I love you dad.

 ___________

I cant believe i was written it years ago and found it again on my folders. 

Lately i always thinking about home and re-read this again makes me tears again. And i decided to post it on my tumblr.

For everyone at home, you dont know how much i miss you all, i wish i could come back with some happiness this august for you all.

I wrote this on 4 September 2013

April 18th 2014
Happy greatest birthday my dear @sardiansyah. 
I pray all the best for you (always). Beat all the worry lines of you, you’ll be great. I believe it, and i cant wait to see you all happy and successful in your life. Never lose hope, never lose your dream. You’ll be always my inspiration, and im proud of you no matter what. 
Be what you want to be, achieve your dreams, fight more, conquer more. 
I love you, alwas have. Always will.

April 18th 2014
Happy greatest birthday my dear @sardiansyah.
I pray all the best for you (always). Beat all the worry lines of you, you’ll be great. I believe it, and i cant wait to see you all happy and successful in your life. Never lose hope, never lose your dream. You’ll be always my inspiration, and im proud of you no matter what.
Be what you want to be, achieve your dreams, fight more, conquer more.
I love you, alwas have. Always will.